Batasan Penganiayaan Ringan

Penganiayaan ringan secara khusus diatur dalam Pasal 352 KUHP yang terdiri dari dua ayat, bunyinya :

(1)      Selain daripada yang tersebut dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang tidak menjadikan sakit atau halangan untuk melakukan jabatan atau pekerjaan sebagai penganiayaan ringan, dihukum penjara selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp.4.500. Hukuman ini boleh ditambah dengan sepertiganya bila kejahatan itu dilakukan terhadap orang yang bekerja padanya atau yang ada di bawah perintahnya.

(2)    Percobaan melakukan kejahatan ini tidak dapat dihukum.

Pasal 353 yang dirujuk oleh Pasal 352 ayat (1) KUHP mengatur tentang penganiayaan yang dilakukan dengan direncanakan lebih dahulu. Sedangkan Pasal 356 KUHP mengatur kejahatan yang dilakukan kepada keluarga inti yakni ayah, ibu, isteri, dan anak. Selain penganiayaan terhadap anggota keluarga inti, Pasal 356 KUHP juga menyinggung penganiayaan yang dilakukan terhadap pegawai, dan penganiayaan ringan yang menggunakan alat/bahan yang berbahaya bagi nyawa atau kesehatan seseorang untuk dimakan atau diminum.

Menurut R. Soesilo, tindak pidana yang dirumuskan dalam Pasal 352 KUHP disebut ‘penganiayaan ringan’, dan masuk kategori ‘kejahatan ringan’. Berdasarkan Pasal 352 KUHP, unsur-unsur yang harus ada dalam penganiayaan ringan, adalah:

a)    penganiayaan yang tidak menjadikan sakit; atau

b)    penganiayaan yang tidak sampai membuat korban terhalang untuk melakukan jabatan atau pekerjaan sehari-hari.

Antara kedua unsur tersebut terdapat kata sambung “atau”, hal ini berarti kedua unsur tersebut bersifat alternative artinya tidak perlu kedua unsur tersebut terpenuhi baru dikatakan penganiayaan ringan tapi cukup salah satunya.

Salah satu yurisprudensi yang sering dirujuk dalam konteks pasal ini adalah Putusan Mahkamah Agung No. 163 K/Kr/1956 tertanggal 31 Agustus 1957 (atas nama terdakwa Lie Lam Fong). Putusan ini menegaskan norma hukum, kejahatan dalam Pasal 352 KUHP adalah tindak pidana yang harus dilakukan dengan sengaja dan untuk menentukan tindak pidana itu dilakukan dengan sengaja atau tidak, tidak perlu dibuktikan adanya niat buruk terdakwa.

Dalam praktek, penyidik kepolisian biasanya merujuk pada hasil Visum Et Refertum (VER) yang dikeluarkan oleh ahli kedokteran. Jika dalam hasil VER disebutkan terdapat luka, baik luka gores / iris maupun memar akibat benturan benda tumpul, maka perbuatan tersebut diproses sebagai penganiayaan biasa sebagaimana dalam pasal 351 ayat (1) KUHP. Namun jika hasil VER menyebutkan tidak terdapat bekas luka, maka diproses sebagai penganiayaan ringan melalui proses pemeriksaan cepat. Semestinya, kalau kita merujuk ke pasal 352 KUHP ayat (1) untuk suatu perbuatan yang tidak menjadikan korbannya sakit atau berhalangan untuk melakukan pekerjaan, maka perbuatan tersebut termasuk penganiayaan ringan. Jadi meskipun menurut hasil VER terdapat luka pada korban, tapi luka tersebut tidak sampai menjadikan sakit atau berhalangan untuk melakukan pekerjaannya, maka perbuatan tersebut harus digolongkan penganiayaan ringan. Namun muncul persoalan, sejauh mana suatu luka dikatakan menjadikan korbannya sakit, hal tersebut sangat sulit diukur, karena dalam hasil VER biasanya tidak mencantumkan hal tersebut. Mengenai hal tersebut, menurut Leden Marpaung, kalau korban sampai masuk rumah sakit, maka unsur-unsur Pasal 352 KUHP tidak terpenuhi. Poin penting Pasal 352 adalah‘tidak menjadikan sakit atau halangan melakukan pekerjaan’. Kalau penganiayaan mengakibatkan korban berhalangan untuk bekerja, maka Pasal 351 ayat (1) KUHP lebih tepat dipakai.

Oleh karena itu diserahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk betul-betul mempertimbangkan secara objektif berdasarkan fakta yang ada, kapan suatu perbuatan dikategorikan sebagai penganiayaan ringan, penganiayaan biasa, atau penganiayaan berat, agar betul-betul proses hukum dapat memberikan keadilan kepada korban maupun tersangka.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s