Hubungan Kausalitas dalam Hukum Pidana

Hubungan kausalitas dalam hukum pidana biasanya banyak dibahas dalam ajaran kausalitas (ajaran mengenai sebab dan akibat). Ajaran kausalitas ini adalah ajaran yang mempermasalahkan hingga seberapa jauh sesuatu tindakan itu dapat dipandang sebagai penyebab dari sesuatu keadaan atau hingga berapa jauh sesuatu keadaan itu dapat dipandang sebagai suatu akibat dari sesuatu tindakan, dan sampai dimana seseorang yang telah melakukan tindakan tersebut dapat diminta pertanggungjawabannya menurut hukum pidana.

Ajaran ini muncul kira-kira abad kesembilan belas, karena pada mulanya  pembentuk undang-undang sendiri tidak memberikan pedomannya dan menyerahkan masalah penilaian apakah sesuatu tindakan atau sikap itu dapat dipandang sebagai suatu penyebab dari suatu akibat kepada ilmu pengetahuan dan kepada kebijaksanaan hakim.

Ada banyak teori tentang ajaran kausalitas yang dianut oleh masing-masing pakar, namun di sini ada dua teori yang hendak dikemukakan yang mana kedua teori ini benar-benar bertentangan satu dengan yang lain. Kedua teori itu yaitu :

Pertama : Teori conditio sine qua non (teori syarat mutlak) dari Von Buri (1869) yang mengatakan, suatu hal adalah sebab dari suatu akibat apabila akibat itu tidak akan terjadi jika sebab itu tidak ada. Dengan demikian teori ini menggenal banyak sebab dari satu akibat.

Kedua : Teori adequate veroorzaking (penyebab yang bersifat dapat dikira-kirakan) dari Von Bar (1870) dan diteruskan oleh Van Kriese, yang mengajarkan bahwa suatu hal dinamkan sebab dari suatu akibat apbila menurut pengalaman manusia dapat dikira-kirakan bahwa sebab itu akan diikuti oleh akibat itu. Teori ini biasa juga disebut teori sebab akibat secara langsung artinya hanya penyebab secara langsunglah yang dapat dinggap sebagai penyebab dari suatu akibat.

Dari sejumlah sebab yang ada menurut aliran yang pertama tadi, diambil hanya satu yang sebenarnya dianggap sebab, yang lain dinamakan bukan sebab, melainkan hanya semacam hal yang kebetulan mendahului atau mengikuti sebab yang sebenarnya.

Contoh :

A menyuruh B membeli roti ke suatu toko. Di toko, B membeli roti dan memberikan uang pecahan besar. Penjual roti C tidak mempunyai uang pecahan kecil, kemudian menyuruh kawannya D untuk menukarkan uang pecahan besar dengan pecahan kecil kepada seorang penjual rokok E yang ada di seberang jalan. Kemudian, setelah E memberikan pecahan kecil kepada D, kemudian D menyeberang lagi jalan raya dan menabrak orang yang naik sepeda F yang jatuh dan mendapat luka kecil. Akan tetapi karena infeksi menjadi luka besar dan akhirnya F meninggal dunia.

Dalam peristiwa ini, menurut aliran pertama dari Von Buri, semua perbuatan masing-masing A, B, C, D, dan E merupakan sebab dari matinya F karena seandainya salah satu dari perbuatan itu tidak ada, maka tidak akan terjadi F meninggal dunia. Sedangkan menurut aliran kedua dari Von Bar, tiap-tiap perbuatan dari A, B, C, D, dan E biasanya menurut pengalaman tidak menyebabkan meninggalnya F, maka tidak ada orang yang yang dapat dikatakan menyebabkan meninggalnya F.

Bahwa suatu perbuatan oleh teori Von Buri disebutkan sebagai sebab, tidak berarti bahwa pelaku dari tiap perbuatan itu harus dihukum karena meninggalnya F. Untuk masih perlu ada persoalan apakah kematian F dapat dipertanggungjawabkan kepada para pelaku dari pelbagai perbuatan yang ada dari para pelaku ini yang dapat dipertanggungjawabkan. Menurut teori Von Bar, dalam contoh tersebut tidak perlu dipersoalkan apakah kematian F dapat dipertanggungjawabkan kepada para pelaku tersebut karena perbuatan mereka tidak merupakan sebab dari kematian F. Maka, pada akhirnya dalam praktek hukum pidana, sekiranya hamper tidak akan ada perbedaan antara kedua aliran tersebut di atas. Sehingga tidak perlu dipersoalkan apakah pembentuk KUHP Indonesia menganut salah satu dari kedua teori kausalitas tersebut. Para penegak hukum leluasa memilih salah satu dari teori tersebut dalam praktek.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s